Perencanaan Pengembangan Manajemen Mutu Pesantren

Jalan dan tidaknya suatu kegiatan organisasi, termasuk dalam hal ini pengembangan manajemen mutu pesantren, diperlukan perencanaan, yang mapan. Perencanaan dimaksud menyangkut tugas-tugas masing-masing pihak yang terlibat di Pesantren. Dilihat dari kepentingan perencanaan, setidaknya ada empat macam segi mengenai besarannya (ruang lingkup yang jadi sasaran kebijaksanaan perencanaan), subjek pembuat perencanaan, rancangan sistem, dan dilihat dari sisi jangka waktu kegiatan pelaksanaan perencanaan. Dilihat dari ruang lingkup yang menjadi sasaran perencanaan, kegiatan ini terbagi menjadi tiga besaran, yaki makro, messo dan mikro.

Secara teoretik, dalam lingkaran makro, daerah jelajahan perencanaan meliputi besaran tertinggi dari sebuah kegiatan, termasuk kegiatan pendidikan di Pesantren. Bila daerah atau wilayah “kekuasaan Pesantren dimaksud” tertingginya dunia, maka perencanaan pengembangan aktivitas pendidikan Pesantren harus bersifat global dengan sejumlah perencanaan yang bersipat makro. Namun bila sasaran perencanaan tersebut besarannya adalah negara, maka perencanaan makro tersebut dalam ruang lingkup negara. Perencanaan tingkat propinsi disebut messo. Sedangkan daerah kabupaten atau malah kecamatan disebut mikro.

Dilihat dari sisi subjek pembuat perencanaan, maka perencanaan dapat dibuat kategori kepada perencanaan strategik, manajerial, dan operasional. Perencanaan strategik adalah perencanaan yang bersifat program umum untuk mencapai tujuan yang komprehensif. Hal ini merupakan tugas dan kewajiban manajemen puncak. Turun setahap dari manajemen puncak terdapat perencanaan manajemen yang bersifat kebijakan pelaksanaan. Inilah yang disebut perencanaan manajerial. Sedangkan pengoperasiannya disebut perencanaan operasional. Kegiatan ini ditangani oleh personil yang menangani langsung operasional kegiatan pendidikan di Pesantren. Hal ini merupakan ujung tombak kegiatan pendidikan di Pesantren.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peraturan Departemen Agama Dalam Pengembangan Pondok Pesantren

Posisi Pesantren Dalam Pembangunan Nasional 2